You don’t have to say it..

..dengan sendirinya bibirku membuka. Otakku langsung sigap seperti ingin menahannya, tapi terlambat, kalimat itu terlanjur terucap, meloncat dari ujung lidah. Walau dengan suara yg kecil dan sedikit tersekat, tapi dia pasti mendengarnya..tak mungkin tidak.

Aku menunggu reaksinya, menghimpun tiap sel cuek dan PD yg sebenarnya nyaris habis. Ku tatap wajahnya tanpa berani melihat matanya. Didalamku, aku merasakan takut dan malu yang bergantian mengutuk diriku yang bodoh ini. Kenapa aku tak menunggu saat yang tepat, kenapa aku tak bisa menahan diriku, kenapa otakku lemah dan lengah..dasar tolol!

Dan dia diam. Entah dia mengerti maksud kata2ku atau tidak. Atau mungkin dia memang tidak mendengarkanku, atau mungkin dia marah, ataukah dia sedang merangkai kata2nya sendiri.

Dia masih diam. Matanya berkaca-kaca, tetap mencoba tenang menatapku. Aku hanya bisa ikut menemaninya diam, tak lagi ada keberanian untuk mengulang pertanyaanku tadi. Bodoh, dasar aku bodoh!

..tetap tak ada kata yang terucap saat dia mencoba meraih diriku. Kubiarkan kedua tangannya memelukku.. kali ini terasa erat sekali..

Hands


About this entry